Klasifikasi Gaya Kepemimpinan menurut White dan Lippit
1.Gaya Kepemimpinan Otokratis
Gaya ini kadang-kadang dikatakan kepemimpinan terpusat pada
diri pemimpin atau gaya direktif. Gaya ini ditandai dengan sangat banyaknya
petunjuk yang datangnya dari pemimpin dan sangat terbatasnya bahkan sama sekali
tidak adanya peran serta anak buah dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
Pemimpin secara sepihak menentukan peran serta apa,
bagaimana, kapan, dan bilamana berbagai tugas harus dikerjakan. Yang menonjol
dalam gaya ini adalah pemberian perintah.
Pemimpin otokratis adalah seseorang yang memerintah dan
menghendaki kepatuhan. Ia memerintah berdasarkan kemampuannya untuk memberikan
hadiah serta menjatuhkan hukuman.
Di dalam komunikasi selalu ada hambatan yang dapat
mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi. Sehingga informasi dan
gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh
penerima pesan atau receiver.
Menurut , ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi
efektif yaitu:
1. Status effect
Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki
setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus
tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut
tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.
2. Semantic Problems
Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan
komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada
komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar
memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan
dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau
penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah
komunikasi (miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah
penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai
menjadi keledai dan lain-lain.
3. Perceptual distorsion
Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara
pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara
mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi
perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang
lainnya.
4. Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan
kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat
beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata
yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam
bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata
tersebut suatu jenis makanan berupa sup.
5. Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik
terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang
atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.
6. Poor choice of communication channels
Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan
dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya
sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul,
gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat
sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.
7. No Feed back
Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan
kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka
yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang
manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam
penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon
dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.
Sebenarnya banyak cara yang dapat dilkukan untuk mengatasi
konflik yang terjadi di tempat kerja. Berikut ini adalah cara-cara mengatasi
konflik di tempat kerja.
Hindari sumber konflik
Setelah kita berhasil mengidentifikasi indikator konflik
maka sedapat mungkin kita harus menjauhkan atau menghindari sumber konflik.
1) Netralisasi sikap
Bahwa sikap memihak pada salah seorang atau golongan yang
sedang berselisih akan mempertajam perselisihan konflik tersebut. Maka sikap
yang paling tepat adalah netral atau tidak memihak dan bahkan diusahakan untuk
menjadi mediator di dalam mengatasi konflik tersebut.
2) Mengubah sikap
Kemungkinan terjadinya konflik dapat disebabkan oleh sikap
salah seorang anggota kelompok atau organisasi yang dirasa tidak tepat oleh
anggota/kelompok lain. Jika hal ini terjadi maka kita harus cepat dan tanggap
untuk mengubah sikap kita.
3) mengurangi perbedaan yang ada
Salah satu penyebab terjadinya konflik adalah karena adanya
perbedaan pandangan atau kepentingan diantara anggota organisasi atau
perusahaan. Oleh karena itu kita harus berupaya untuk mengurangi adanya
perbedaan-perbedaan tersebut, dan bahkan sedapat mungkin mengubah perbedaan
tersebut menjadi sinergi yang akan mendorong tercapainya tujuan organisasi.
4) memecahkan masalah bersama-sama
Suatu masalah akan dapat diatasi dengan baik, jika semua
elemen atau pihak yang berada dalam organisasi tersebut dilibatkan dan
berpartisipasi untuk mengatasi permasalahan atau konflik yang terjadi. Oleh
karena itu kita harus menghindari terjadinya konflik di tempat kerja, bahkan
indikasi konflik hendaknya diusahakan untuk diubah menjadi kerja sama.
1.Jelaskan hubungan timbal balik antara organisasi
management dan tata kerja?
2.Jelaskan Tipe, bentuk, dan Struktur Organisasi?
Jawab
1.Hubungan Timbal Balik Antara Manajemen,
Organisasi dan Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah
satu cara bagaimana (how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat
diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen
dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan
pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, di samping itu
pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk : a. Menghindari terjadinya pemborosan di dalam pendayagunaan sumber-sumber
daya dan waktu yang tersedia b. Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan c. Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen, organisasi dan
tata kerja dapat dilukiskanseperti di bawah ini.
a. Manajemen : proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar
manusia;
b. Organisasi : alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi
pengelompokkan kerja sama.
c. Tata Kerja : pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut
harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Manajemen, organisasi dan tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya
tujuan secara efisien.
2.– Tipe Organisasi
Tipe
Organisasi Piramida Mendatar (flat)
Ciri ciri :
a. Jumlah satuan organisasi
tidak banyak sehingga tingkat - tingkat hirarki kewenangan sedikit.
b. Jumlah pekerja (bawahan)
yang harus dikendalikan cukup banyak.
c. Format jabatan untuk
tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil.
Tipe
Organisasi Piramida Terbalik
Organisasi piramida terbalik salah
satu unit dari tipe piramida terbalik ialah jumlah jabatan pimpinan lebih besar
daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi -
organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional
seperti organisasi-organisasi/lembaga - lembaga penelitian, lembaga - lembaga
pendidikan.
Tipe OrganisasiKerucut
Ciri-ciri :
a. Jumlah satuan organisasi
banyak sehingga tingkat- tingkat hirarki/kewenangan banyak.
b.
Rentang kendali sempit.
c. Pelimpahan wewenang dan
tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/pimpinan yang bawah/rendah.
d. Jarak antara pimpinan
tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
e.
Jumlah informasi jabatan cukup besar.
– Bentuk bentuk
Organisasi
Bagan
organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan partementasi
yang
menunjukkan hubungan kerja sama. Bagan ini menggambarkan lima aspek
utama suatu
struktur organisasi, yaitu :
1. Pembagian
kerja
2. Rantai
perintah
3. Tipe pekerjaan
yang dilaksanakan
4.
Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan
5. Tingkatan
manajemen
Adapun cara
penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges
dapat
digambarkan sebagai berikut :
1. Bentuk
Piramidal
2. Bentuk
Vertikal
3. Bentuk Horisontal
4. Bentuk
Melingkar
Bentuk-bentuk
organisasi dapat dibedakan atas :
1.
Organisasi Garis
2.
Organisasi Garis dan Staf
3.
Organisasi Fungsional
4.
Organisasi Panitia
–
Sruktur Organisasi
Functional OrganizationStructure : yakni struktur organisasi
dimana pembagian divisinya berdasarkan fungsinya masing-masing.
Project/Divisional Organization Structure : yakni struktur organisasi dimana pembagian divisinya
berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang dijalankan.
Matrix OrganizationStructure : yakni struktur organisasi
gabungan dari Functional dan Projectized Structure Organization.
Didefinisikan
sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Struktur ini terdiri
dari unsur
spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi
dalam
pembuatan
keputusan dan ukuran satuan kerja.
Faktor-faktor
yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu :
1. Strategi
organisasi pencapaian tujuan.
2. Perbedaan
teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk
struktur
organisasi.
3.Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta
kebutuhan mereka juga lingkungan
sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan
struktur perusahaan.
4. Besarnya organisasi dan satuan kerjanya mempengaruhi struktur organisasi.
Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :
1. Spesialisasi kegiatan
2. Koordinasi kegiatan
3. Standarisasi kegiatan
4. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan
5. Ukuran satuan kerja
Medeskripsikan
fungsi-fungsi pelayanan O & M pada organisasi
Secara sederhana, organisasi adalah suatu
kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan
mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau
tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah
ditetapkan bersama.
Ciri-ciri organisasi ialah:
1) terdiri daripada dua orang atau lebih
2) ada kerjasama
3) ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
4) ada tujuan yang ingin dicapai.
Organisasi dapat dilihat dengan dua cara berbeda, yaitu:
1) organisasi sebagai suatu sistem terbuka yang terdiri atas sub-sistem yang
saling berkaitan, dan memperoleh input untuk diolah yang berasal dari
lingkungan serta menyalurkan output hasil pengolahan ke lingkungan kembali
2) organisasi sebagai sekelompok orang yang berkerjasama untuk mencapai suatu
tujuan bersama (Monir H. Thayeb).
Organisasi dapat diartikan dalam dua macam, yaitu:
* Dalam arti statis, yaitu organisasi sebagai wadah tempat dimana kegiatan
kerjasama dijalankan.
* Dalam arti dinamis, yaitu organisasi sebagai suatu sistem proses interaksi
antara orang-orang yang bekerjasama, baik formal maupun informal.
Sinonim Organisasi
Institusi/lembaga;
Kelompok yang menampung aspirasi masyarakat; punya aturan tertulis atau tidak;
tumbuh dalam masyarakat; mencapai tujuan bersama; dibentuk oleh pemerintah atau
swasta.
Suatu organisasi harus memuat 4 unsur utama, yaitu:
1) goals oriented (berorientasi tujuan)
2) Psychosocial system (sistem hubungan sosial)
3) structured activities
4) technological system.
Perbedaan Organisasi :
* Structure ; staff, line, matriks
* Strategy ; Growth Strategy, Diversification, Defensive, Minimizing Internal
Problem
* Style ; Autocratic Style, Participative Style, Free Rein Style
* Skill : Keahlian / Keterampilan
* Staff ; Jenjang, Latar Belakang, Karakteristik
* Share Value : Superordinate Goals
* System : POAC
Pendekatan Terhadap Organisasi :
* Pendekatan Klasik
* Pendekatan Neo-Klasik
* Pendekatan Modern
Kesimpulan:
Organisasi adalah:
1) wadah atau tempat terselenggaranya administrasi
2) didalamnya terjadi berbagai hubungan antar-individu maupun kelompok, baik
dalam organisasi itu sendiri maupun keluar
3) terjadinya kerjasama dan pembagian tugas
4) berlangsungnya proses aktivitas berdasarkan kinerja masing-masing.
Sebuah perusahaan tidaklah terlepas dari
organisasi. Organisasi dalam perusahaan merupakan hal penting dalam mencapai
perusahaan yang baik. Tata kelola yang baik adalah contoh dari organisasi yang
berjalan baik dalam perusahaan.
Dalam dunia bisnis yang penuh dengan persaingan dan perubahan yang sangat
cepat, perusahaan perlu memiliki nilai lebih dan daya tarik industri bagi para
stakeholders. Suatu tata kelola perusahaan yang baik sangat diperlukan untuk
menjawab tantangan persaingan dan perubahan tersebut. (PT. Semen Gresik
(PERSERO) Tbk)
Perananan organisasi dalam perusahaan tidak beda dengan peranannya dalam
kehidupan sehari-hari.
ARTI PENTING ORGANISASI DAN METODE
Organisasi adalah sekumpulan orang atau badan yang mempunyai tujuan yang sama.
Pandangan umum organisasi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Sebagai wadah : tempat dimana kegiatan manajemen dijalankan.
b. Sebagai proses : memperhatikan interaksi/kerja sama antar orang-orang yang
menjadi anggota organisasi tersebut :
1. hub. formal = hubungan yang ditetapkan secara resmi oleh top manajemen.
2. hub. informal = mempunyai 3 peranan :
1) sarana komunikasi
2) mengatur jalannya kerja sama
3) kebebasan bertindak oleh anggota organisasi tersebut.
c. Sebagai sistem : 1. sistem sosial (antar sesama manusia)
2. sistem fungsional (antar fungsi-fungsi yang dikaitkan secara tertentu dan integral
untuk tercapainya suatu tujuan.
3. sistem komunikasi (sistem tata saluran/arus informasi dalam organisasi)
Definisi-definisi lain mengenai organisasi:
1. Menurut James D. Mooney : organisasi adalah suatu bentuk kerjasama manusia
untuk pencapaian tujuan bersama.
2. Menurut Thester I. Bernard : organisasi merupakan suatu sistem kerjasama
dari 2 orang atau lebih, sesuatu yang tak terwujud dan tidak bersifat
perseorangan dan sebagian besar mengenai hal-hal hubungan.
3. Menurut J. M. Gaus : organisasi adalah tata hubungan antar orang-orang untuk
dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas dan
tanggung jawab.
Hubungan manajemen dan organisasiàorganisasi adalah alat
untuk tercapainya tujuan dari sebuah manajemen.
Unsur-unsur organisasi:
1. Manusia(man) : dalam keorganisasian, manusia sering disebut sebagai pegawai
atau personel yang terdiri dari semua anggota organisasi tersebut yang menurut
fungsidan tingkatannyaterdiri dari pimpinan(administrator) sebagai unsur
pimpinan tertinggi dalam organisasi, manajer yang memimpin tiap-tiap satuan
unit kerja yang sudah dibagikan sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan para
pekerja.
2. Kerjasama(team work) : suatu kegiatan bantu-membantu antar sesama anggota
oeganisasi yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. oleh
karena itu, anggota organisasi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsi,
tugas dan tingkatannya masing-masing.
3. Tujuan bersama : adalah arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan merupakan
titik akhir dari apa yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi. Setiap
anggota sebuah organisasi harus mempunya tujuan yang sama agar organisasi
tersebut dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama.
4. Peralatan(equipment) : segala sesuatu yang digunakan dalam organisasi
seperti uang, kendaraan, gedung, tanah dan barang modal lainnya.
5. Lingkungan(environtment) : yang termasuk kedalam unsur lingkungan adalah :
a. kondisi atau situasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi
berjalannya organisasi karena kondisi atau situasi sangat dekat hubungannya
dengan organisasi dan anggotanya. b. tempat atau lokasi, karena mempengaruhi
sarana transportasi dan komunikasi. c. Wilayah operasi yang dijadikan sarana
kegiatan organisasi, wilayah operasi dibagi menjadi empat, yaitu wilayah
kegiatan,wilayah jangkauan, wilayah personil, wilayah kewenangan atau
kekuasaan.
6. Kekayaan alam : yang dimaksud adalah
cuaca, keadaan geografis, flora, fauna dll.
7. Kerangka/kontruksi mental organisasi itu sendiri.
Bentuk-bentuk organisasi Niaga:
1. FA(Firma) : Sekelompok orang yang bertanggung jawab terhadap organisasi dan
keuntungan serta kerugiannya ditanggung bersama.
2. CV(Perseroan Komanditer) : terbagi menjadi 2 bagian, yaitu 1. Pasif =
investor hanya menanamkan modalnya saja. 2. Aktif = investor menanamkan
modalnya tapi juga ikut serta dalam kegiatan organisasi tersebut.
3. PT(Perseroan Terbatas) : ada tiga bagian dalam PT, yaitu : 1. Tbk(terbuka) =
saham perusahaan tersebut dapat dibeli oleh orang lain secara bebas. 2.
Tertutup = saham perusahaan hanya boleh dimiliki oleh anggota perusahaan
tersebut. 3. Ltd(limited) = saham perusahaan tersebut terbatas hanya oleh
beberapa investor yang telah ditentukan.
4. Koperasi : terbagi dua, yaitu : 1. fungsional = koperasi simpan pinjam, dll.
2. wilayah = koperasi primer, koperasi pusat, gabungan koperasi, koperasi
induk.
5. Kartel : Persekutuan dari beberapa perusahaan yang sejenis dengan perjanjian
tertentu. Contohnya perjanjian harga, rayon/daerah, kondisi/syarat, laba, dan
produksi.
6. Join Venture
7. Trust : gabungan dari beberapa perusahaan untuk jadi lebih dekat
hubungannya.
8. Holding Company : saham yang didapat dari gabungan saham yang mengawasi 1
atau lebih perusahaan.
Bentuk Organisasi jika dilihat dari jumlah
pimpinan :
A. Organisasi tunggal : pimpinan organisasi ini hanya terletak pada satu orang
pimpinan. Contohnya adalah Presiden, Rektor, Dekan, Bupati dll.
B. Organisasi jamak : pimpinan organisasi ini terletak pada beberapa orang
pimpinan sebagai satu kesatuan. sebagai contoh adalah Dewan, Majelis dll.
Bentuk organisasi jika dilihat dari faktor
kekuasaan :
1. Organisasi Lini : organisasi yang kekuasaan pimpinannya diserahkan kepada
para pimpinan dari tiap-tiap organisasi dibawahnya dalam semua bidang
pekerjaan.
2. Organisasi Fungsional : organisasi yang kekuasaan pimpinannya diserahkan
kepada para pimpinan dari tiap-tiap organisasi dibawahnya dalam bidang tertentu
sesuai tugas dan fungsi masing-masing pimpinan.
3. Organisasi Lini dan Staff : organisasi yang kekuasaan pimpinannya diserahkan
kepada para pimpinan dari tiap-tiap organisasi dibawahnya dalam semua bidang
pekerjaan dan tiap-tiap pimpinan memerlukan diangkat pejabat yang tidak
mempunyai wewenang dalam kepemimpinan tetapi hanya dapat membarikan nasihat
tentang bidang keahlian tertentu sesuai dengan keahlian sang pimpinan di
bidangnya.
4. .Organisasi Fungsional dan Staff : organisasi yang kekuasaan pimpinannya
diserahkan kepada para pimpinan dari tiap-tiap organisasi dibawahnya dalam
bidang tertentu sesuai tugas dan fungsi masing-masing pimpinan dan tiap-tiap
pimpinan memerlukan diangkat pejabat yang tidak mempunyai wewenang dalam
kepemimpinan tetapi hanya dapat membarikan nasihat tentang bidang keahlian
tertentu sesuai dengan keahlian sang pimpinan di bidangnya.
5. Organisasi Fungsional dan Lini : organisasi yang kekuasaan pimpinannya
diserahkan kepada tiap-tiap organisasi dibawahnya dalam bidang pekerjaan
tertentu, pimpinan dalam tiap organisasi tersebut dapat memerintah kepada semua
personel atau pegawai yang ada sesuai dengan bidang pekerjaannya, dan tiap
personel atau pegawai dapat wewenang dalam dalam semua bidang kerja.
6. Organisasi Lini, Fungsional dan Staff : organisasi yang kekuasaan
pimpinannya diserahkan kepada tiap-tiap organisasi dibawahnya dalam bidang
pekerjaan tertentu, pimpinan dalam tiap organisasi tersebut dapat memerintah
kepada semua personel atau pegawai yang ada sesuai dengan bidang pekerjaannya,
dan tiap personel atau pegawai dapat wewenang dalam dalam semua bidang kerja
dan tiap-tiap pimpinan memerlukan diangkat pejabat yang tidak mempunyai
wewenang dalam kepemimpinan tetapi hanya dapat membarikan nasihat tentang
bidang keahlian tertentu sesuai dengan keahlian sang pimpinan di bidangnya.
Dari contoh proposal perusahaan yang telah saya buat, perusahaan tersebut
adalah sebuah warung internet(warnet) yang tidak terlalu besar dengan
organisasi kecil yang terdiri dari Ketua atau pemilik yang mengawasi dan ikut
memberikan kenyamanan kepada konsumen dalam menyewa komputer ditempatnya,
Bendahara yang mengatur keluar masuknya uang dalam warnet tersebut, dan para
pengawas atau pegawai yang ahli dibidang komputer yang bekerja mengawasi sistem
komputer dan memperbaiki kerusakan serta kebersihan.
Bentuk organisasi tersebut adalah CV pasif karena sang investor hanya menanamkan
modalnya tanpa ikut bagian dalam kegiatan organisasi perusahaan yang telah
dibuat.
Dilihat dari unsur-unsur organisasi tersebut, manusia atau pegawai atau
personelnya sangat ahli dalam bidang komputer sehingga mereka tidak akan
terlalu kesulitan jika ada masalah pada komputer dalam warnet tersebut.
Kerjasama antar sesama anggota dan pimpinan sangat terjaga dengan baik sehingga
masalah yang ada pada jalannya organisasi warnet tersebut denagn cepat
diselesaikan dan tanpa hambatan yang besar. Tujuan investor dalam membangun
warnet tersebut adalah untuk memudahkan konsumen dalam mengakses internet tanpa
harus pergi jauh. Peralatan-peralatan yang digunakan adalah beberapa set
lengkap komputer dengan modemnya, meja komputer dan kursi, bangunan untuk
tempat warnet tersebut, buku untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan anggaran.
Lokasi warnet tersebut dibangun disekitar wilayah sekolahan, kampus ataupun
wilayah sekitar tempat tinggal agar para konsumen merasa nyaman dan mudah serta
tidak mencari warnet untuk mengakses internet terlalu jauh dari tempat ia
berada.
Jika dilihat dari kepemimpinannya, organisasi perusahaan warnet tersebut
berbentuk organisasi jamak karena mempunyai lebih dari satu pimpinan yaitu
pemilik warnet tersebut dan pimpinan dibawahnya. Dan jika dilihat dari
kekuasaannya , organisasi ini berbentuk organisasi fungsional dan lini karena
pimpinan utam yaitu sang investor sebagai pemilik memberikan kekuasaan kepada
pimpinan warnet yang berada dibawah kekuasaan pemilik dan pimpinan warnet
tersebut dapat memerintah kepada para personel yang ada dan para personel dapat
wewenang pada semua bidang kerja meskipun mempunyai keahlian yang berbeda-beda.
Perusahaan ini hanya terdiri dari satu investor, satu pimpinan dan beberapa
personelnya didapat dari perekrutan, jadi jika ada kerugian maka hanya investor
sebagai pemilik warnet yang menanggungnya. Namun setiap personel mempunya tugas
dan tanggung jawab yang sama meskipun mempunyai keahlian yang berbeda-beda.
Pengertian Organisasi dan metode
Berdasarkan istilah, organisasi dapat diartikan sebagai :
Wadah : sekelompok manusia untuk saling bekerja sama.
Proses : pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien.
Menurut beberapa ahli, organisasi adalah : Suatu pola hubungan-hubungan yang
melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
(Stoner)Ø Bentuk setiap perserikatan manusia untuk
mencapai tujuan bersama.Ø
(James D. Mooney) Suatu sistem aktivitas kerja sama yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih.Ø
(Chester I. Bernard) Organisasi adalah pembinaan hubungan
wewenang dimaksudkan untukØ mencapai koordinasi yang struktural, baik
secara vertikal maupun horizontal.
(Koontz dan O’Donnel)
Sedangkan metode berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara
efisien.
Pengertian organisasi dan metode (secara lengkap) adalah rangkaian proses
kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan
faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan
memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka
mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa Organisasi dan metode merupakan kunci
atau syarat pelaksanaan kerja yang setepat-tepatnya,Ø Organisasi dan metode penting bagi kegiatan
manajemen,Ø Organisasi dan metode dapat memanfaatkan
sumber-sumber dan waktu yang tersedia, danØ Organisasi dan metode berguna dalam
meningkatkan efisiensi kerja untuk mencapai tujuan.Ø
Pengertian / Definisi Organisasi Informal dan Organisasi Formal
Organisasi dibagi menjadi 2, yaitu :
1.Organisasi Formal.
Adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu
tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh :
Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas
serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung,
belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan
teman, dan lain-lain.
Kali ini akan di bahas contoh organisasi formal. Salah satu contoh organisasi
formal yaitu PT. Tifico. PT. Tifico dapat berkembang karena dalam melakukan
pemilihan serta penentuan pemilihan serta penentuan struktur organisasi,
dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi dalam perusahaan.
Hal ini yang menyebabkan pencapian tujuan perusahan lebih terarah.
Selain itu dengan struktur organisasi yang jelas dan baik maka akan dapat
diketahui sampai dimana wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki oleh
seseorang dalam menjalankan tugasnya.
Struktur Organisasi
Di atas telah di sebutkan mengapa PT. Tifico dapat menjadi perusahaan yang
berkembang. Salah satu penyebabnya adalah dengan menggunakan struktur
organisasi yang jelas.
Struktur organisasi adalah susunan sub-subsistem dengan hubungan wewenang dan
tanggung jawabnya. Bentuk Struktur Organisasi :
a. Berdasarkan Tipe-tipe/Bentuknya Organisasi lini (line organization).
Jenis organisasi ini, pembagian tugas dan wewenang terdapat perbedaan yang
tegas antara pimpinan dan pelaksanaan. Peran pimpinan dalam hal ini sangat
dominan dimana semua kekuasaan di tangan pimpinan.
b. Organisasi lini dan staf (line and stuff organization).
Dalam organisasi ini staf bukan sekedar pelaksana tugas tetapi juga diberikan
wewenang untuk memberikan masukan demi tercapainya tujuan secara baik. Demikian
juga pimpinan tidak sekedar memberikan perintah atau nasehat tetapi juga
bertanggung jawab atas perintah atau nasehat tersebut.
c. Organisasi fungsional (functional
organization).
Disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan. Pada tipe
organisasi fungsional ini masalah pembagian kerja mendapat perhatian yang
sungguh-sungguh.
d. Organisasi lini, staf, dan fungsional
(line, stuff, and functional organization).
Organisasi lini, lini dan staf, serta fungsional ini dilakukan dengan cara
menggabungkan kebaikan dan menghilangkan keburukan dari ketiga tipe organisasi
tersebut. Dengan demikian, cocok untuk dipakai pada suatu organisasi yang besar
dan kompleks.
e. Organisasi komite (committees
organization).
Adalah suatu organisasi yang masing-masing anggota mempunyai wewenang yang sama
dan pimpinannya kolektif.
Dalam menjalankan aktivitas usahanya, P.T.
TIFICO Tbk menerapkan struktur organisasi fungsional dimana organisasi menurut
fungsi menyatukan semua orang yang terlibat dalam satu aktivitas yang disebut
fungsi dalam satu group. P.T. TIFICIO Tbk mempunyai empat group yaitu group
administrasi ( Administrasi Group ), group produksi ( Production Group ), group
machinery ( Machinery Group ), ISO 9002 & 14000 Project.
Tugas dan tanggung jawab dari elemen
organisasi pada P.T. TIFICO Tbk, antara lain :
General Manager Manufacturing (GMM)
Memimpin perusahaan dan bertanggung jawab terhadap seluruh kelangsungan hidup
perusahaan . Dalam menjalankan tugasnya GMM dibantu oleh empat divisi.
Division
Memimpin group dan bertanggung jawab atas beberapa departemen yang ada
dibawahnya. Ada empat group dalam struktur organisasi P.T. TIFICO Tbk yaitu :
group administrasi, group produksi, group machinery, dan ISO 9002 & 14000
Project
Safety and Environmental Control Departement
Departemen ini bertugas memberikan pembinaan mengenai keselamatan kerja
karyawan, membuat standar pakaian dan alat kerja sehingga dalam bekerja
karyawan mendapatkan jaminan keselamatan dan apabila terjadi kecelakaan
perusahaan akan bertanggung jawab, sepenuhnya dengan catatan ketika kecelakaan
terjadi karyawan telah memakai pakaian dan alat keselamatan kerja sesuai
standar perusahaan. Bertanggung Jawab atas keberlangsung kondisi lingkungan
hidup akibat dampak dari aktivitas produksi perusahaan. Berkaitan dengan hal
itu maka departemen ini mengawasi dan mencegah terjadinya polusi dan pecemaran,
mengatur gas buang, mengolahan limbah dan emisi.
General Affair Departement
Adalah bagian umum yang bertanggung jawab
atas : Penyediaan saranan pakaian dan alat
keselamatan kerja seperti sabukØ pengaman ( safety belt ), topi (heln met
), baju ( uniform ), sepatu anti setrum. Menyediakan dan memelihara fasilitas
kantin, Mushola, poliklinik,Ø apotik, asrama, dan perumahaan ( dormitory
and mess) karyawan Menentukan rumah sakit, dokter, apotik
yang ditunjuk untuk pelayanan karyawan dan keluarganya.Ø Penyedian alat-alat tenaga kerjaØ Pengawasan kesehatan karyawanØ Penyediaan air minumØ Penyediaan sarana transportasi anatr
jemput karyawan Serta fungsiØ sebagai humas, misalnya masalah eksternal
perusahaan menangani jamsostek, menentukan Rumah Sakit yang dituju.
Departement personlia bertanggung jawab
atas ketenagakerjaan mulai dari rekruitment karyawan, penggajian, kenaikan
jabatan (promosi), penilaian prestasi kerja, penghargaan karyawan secara
langsung maupun tidak langsung, pengadaan keamanan (securty) perusahaan.
Accounting Departememt
Bertanggung jawab terhadap masalah keuangan, adapun untuk mengaudit keuangan
perusahaan dilakukan oleh tim audit dari kuar perusahaan.
Purchasing 1 & 2 Departememt
Purchasing 1 bertanggung jawab dalam penyediaan pergudangan dan penyediaan
bahan baku ( lokal maupun import ), sedangkan Purchasing 2 bertanggung jawab
dalm masalah transportasi bahan baku dan barang produksi.
Polymerrization Production Departement
Mempunyai tugas pokok membuat bahan baku untuk produksi, berupa chips yang
diproses dari bahan pokoknya yaitu : Ethelyne Glycol (EG) dan Terepthalic Pure
Acid (TPA).
Polymer Tecnology Departement
Melakukan riset dan pengembangan bahan baku chips.
Control Departement
Melakukan pengawasan secara ketat terhadap proses produksi filament, dll.
Masih banyak lagi tugas dan tanggung jawab dari setiap-setiap bagian. Semua
saling berhubungan satu sama lain. Andai saja salah satu dari bagian struktur
organisasi perusahaan itu tidak bekerja dengan baik, maka perusahaan tersebut
tidak dapat berkembang. Oleh karena itu antara direktur, manajer, kepala
bagian, dan staf harus dapat bekerja sama agar tujuan perusahaan dapat
tercapai.